Mahasiswa KKN Unri Ajarkan Penulisan Cerpen di Bengkalis
Para siswa dan tim KKN Unri foto bersama usai pelatihan penulisan cerpen di desa Ulu Pulau, Kecamatan, Bantan, Bengkalis, belum lama ini. (ISTIMEWA)
RIAU GLOBE (PEKANBARU) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (Unri) menggelar pelatihan menulis cerita pendek (cerpen) bertema durian bagi siswa MTs Ar-Rasyidin dan MA Al Ulum, Desa Ulu Pulau, Kecamatan Bantang, Bengkalis. Kegiatan yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hendra Taufik ST MSc ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, dan keterampilan menulis peserta didik dengan memanfaatkan potensi lokal desa sebagai sumber inspirasi karya sastra.
Pelatihan tersebut mengajak peserta untuk mengembangkan ide berdasarkan pengalaman, pengamatan, serta kekayaan alam Desa Ulu Pulau yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian di Kecamatan Bantan. Melalui pendampingan secara bertahap, peserta dibimbing mulai dari menemukan gagasan, menyusun alur cerita, membangun konflik, hingga menyampaikan amanat dalam sebuah cerita pendek.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Yayasan Madrasah, Mukayat SE Sy. Menurutnya, pelatihan menulis cerpen memberikan manfaat yang besar bagi peserta didik karena dapat menunjang berbagai kegiatan akademik maupun perlombaan yang diselenggarakan sekolah.
Mukayat menyampaikan bahwa keterampilan menulis akan menjadi bekal penting bagi siswa, terutama dalam menghadapi ajang seperti Bulan Bahasa maupun berbagai kompetisi literasi lainnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang telah memilih sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang telah melaksanakan pelatihan menulis cerita pendek kepada siswa MTs Ar-Rasyidin dan MA Al Ulum. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi peserta didik dan menjadi bekal dalam mengikuti berbagai perlombaan literasi yang diselenggarakan sekolah," ujarnya.
Salah seorang peserta, Dedek Riyandi, siswa kelas XII MA Al Ulum, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti pelatihan. Dalam karya yang ditulisnya, ia mengangkat kisah seorang anak pemalu yang berusaha keluar dari zona nyaman melalui sebuah festival durian.
"Ceritanya tentang seorang anak yang awalnya pemalu, kemudian mengikuti festival durian dan berusaha keluar dari zona nyamannya hingga menjadi lebih berani," katanya.
Dedek mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menyusun bagian konflik dan penyelesaian cerita agar tetap menarik serta mampu menyampaikan pesan kepada pembaca. Untuk mengatasinya, ia membaca kembali alur yang telah ditulis agar cerita tetap runtut dan tidak keluar dari jalur yang telah direncanakan.
"Saya membaca kembali bagian sebelumnya supaya alurnya tetap sama, tidak melenceng atau bercabang. Dengan begitu, konflik dan penyelesaiannya bisa lebih mudah disusun," jelasnya.
Ia juga mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut karena tidak hanya diberi kesempatan untuk menulis, tetapi juga dibimbing agar mampu menghasilkan cerita yang menarik sekaligus memiliki pesan moral.
"Saya senang karena selain bisa berpartisipasi, kami juga diarahkan agar dapat membuat cerita yang menarik pembaca dan menyampaikan pesan yang ingin disampaikan melalui cerita tersebut," tuturnya.
Sementara itu, pemateri pelatihan, Ilham Ramadhan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menumbuhkan minat literasi dan kepenulisan generasi muda sejak dini. Menurutnya, banyak peserta didik sebenarnya memiliki pengalaman dan imajinasi yang kaya, namun belum terbiasa menuangkannya ke dalam bentuk tulisan.
"Saya melihat anak-anak sekarang memiliki banyak cerita, tetapi sering kali belum terbiasa menuangkannya dalam bentuk tulisan. Padahal, Desa Ulu Pulau memiliki potensi lokal yang sangat menarik, salah satunya sebagai daerah penghasil durian. Potensi inilah yang kami angkat agar peserta lebih mudah berimajinasi dan mengembangkan cerita berdasarkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka," jelasnya.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan minat membaca dan menulis peserta didik serta menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
"Harapan saya, adik-adik MTs dan MA dapat meningkatkan minat literasi dan kepenulisannya sejak sekarang. Kemampuan menulis akan menjadi bekal penting bagi pendidikan maupun karier mereka di masa depan. Saya juga berharap mereka mampu merangkai kata-kata dari hal-hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari menjadi sebuah karya yang bernilai," ungkapnya.
Melalui pelatihan menulis cerita pendek ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap budaya literasi di lingkungan sekolah semakin berkembang. Dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber inspirasi, peserta didik diharapkan mampu menghasilkan karya sastra yang kreatif, berkarakter, sekaligus mencerminkan kekayaan budaya dan lingkungan Desa Ulu Pulau.
Program pelatihan ini terlaksana berkat kolaborasi Tim KKN Unri yang terdiri atas Usma Pramudita, Evi Manurung, Novcilia, Aidil Muttaqin, Ilham Ramadhan, Rahmadini, Yeni Ginting, Rahayu, Artika, Nur Aisyah, Alisha, dan Meilani.(rg-01)
Redaksi
Kurator/Redaktur Cerpen: Anton WP dan Redovan Jamil.Sekretaris Redaksi dan Keuangan: Redovan Jamil
Redaksi RiauGlobe.id menerima tulisan berupa cerpen, maksimal 1.500 kata.
Silakan kirim ke email: riaumedia.globe@gmail.com.
Cerpen yang dimuat diberi honor.

















