KESEHATAN MASYARAKAT

Mahasiswa KKN Unri di Dumai Sosialisasikan Pencegahan Stunting

News Sabtu, 13 Agustus 2022 - 11:37 WIB | 367 klik
Mahasiswa KKN Unri di Dumai Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Mahasiswa KKN Unri saat melakukan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan stunting di di Posyandu Anggrek di Jl Mekarsari RT 01 Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, beberapa waktu lalu. (DOK KKN UNRI)

RIAUGLOBE (PEKANBARU) - Mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah membantu masyarakat dengan soasialisasi dan penyuluhan dalam mencegah stunting.

Di kelurahan tersebut, ada 9 peserta peserta KKN dari mahasiswa Unri. Mereka melakukan kegiatan KKN selama dua bulan, yakni Juli sampai Agustus 2022. Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu (6/8/2022) lalu di Posyandu Anggrek di Jl Mekarsari RT 01 Kelurahan Bagan Besar. Para peserta adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi.

“Pencegahan stunting yang paling penting dilakukan adalah dengan pemenuhan gizi sejak bayi dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Ketercukupan gizi akan sangat mempengaruhi pertumbuhan anak, baik secara fisik maupun nonfisik,” kata Ferdy Sugianto, Ketua Kelompok KKN Unri di desa tersebut kepada RiauGlobe.com, Sabtu (13/8/2022).

Dijelaskan Ferdy lagi, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya nutrisi sesuai dengan kebutuhan anak dalam jangka panjang. Kegiatan pencegahan stunting, kata Ferdy,  dilakukan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita karena stunting pada anak dapat diidentifikasi saat 1.000 hari pertama kehidupan.

"Hal itu bisa dimulai sejak bayi berada dalam kandungan hingga anak berumur dua tahun. Pada 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas tumbuh kembang anak," jelasnya lagi.

Dilanjutkan Ferdy, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan kehamilan secara rutin, memastikan kecukupan nutrisi pada ibu hamil dan janin, memberikan ASI eksklusif, memberikan makanan pendamping sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi, dan pemberian imunisasi lengkap.

Kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dilakukan dengan pendataan ibu hamil dan balita, pengukuran tinggi badan dan berat badan pada balita, pemberian vitamin A dan obat cacing, pemberiaan vaksin, dan pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil.

“Selain memastikan ketercukupan gizi pada anak, orangtua berperan penting dalam memastikan keamanan lingkungan sekitar bagi tumbuh kembang anak,” jelas Netti, salah seorang penggerak PKK Kelurahan Bagan Besar.

Pada bagian lain, salah seorang peserta KKN Unri di kelurahan tersebut, Dira Rizki Anggraini, menambahkan, selain penyuluhan pencegahan stunting, pihaknya juga melakukan beberapa kegiatan lainnya. 

Beberapa kegiatan itu antara lain sosialisasi teknis budidaya bawang merah, pembuatan POC, sosialisasi pentingnya literasi, pembuatan kelompok literasi, pembuatan taman literasi, identifikasi tingkat stunting, sosialisasi bahaya stunting dan penyelesaiannya.

"Kemudian ada identifikasi produk unggulan daerah, pengembangan produk unggulan daerah, dan pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk unggulan daerah," jelas Dira.

Dira berharap kegiatan yang mereka lakukan itu berguna bagi masyarakat daerah tempatan KKN tersebut.

"Semoga kegiatan yang kami buat berguna dan membantu warga di tempat kami KKN," ujar Dira.(rg-01)


 




Berita Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Redaksi

Kurator/Redaktur Cerpen: Anton WP dan Redovan Jamil.
Sekretaris Redaksi dan Keuangan: Redovan Jamil
Redaksi RiauGlobe.id menerima tulisan berupa cerpen, maksimal 1.500 kata.
Silakan kirim ke email: riaumedia.globe@gmail.com.
Cerpen yang dimuat diberi honor.